Allreachinghealing – WSBK: RGO303 BANTAH PENGEMBANGAN MELENCENG KARENA SALAH PEMBALAP

Allreachinghealing – Para pembalap Honda Racing kian terabaikan dalam pertarungan kediaman atas World Superbike( SLOT RGO303). Apakah pabrikan Jepang itu salah menyewa pendamping rookie pada 2022?

Honda terletak di posisi kelima serta terakhir di antara para pabrikan. Faktornya merupakan permasalahan yang sedang belum teratasi pada CBR1000RR- R Fireblade. Namun butuh pula mempersoalkan apakah mereka membuat ketetapan yang pas dikala memilah pembalap.

Buat kembalinya regu pabrikan di WSBK 2020, Honda merogoh kocek dalam- dalam serta memboyong Alvaro Bautista dari Ducati. Pada masa debutnya di Superbike, rider Spanyol memperingati kemenangan berangkaian pada tahun lebih dahulu saat sebelum kehabisan arahan klasemen sebab musibah.

Bautista sepatutnya dapat bawa Honda mengarah keberhasilan. Bersama Leon Haslam, kawan setim yang amat profesional sudah direkrut serta bawa banyak wawasan ke HRC.

Honda mau mengupayakan kemenangan pacuan dengan Bautista serta Haslam, tetapi konsep itu kandas. Sehabis 2 tahun yang mengecewakan, beliau balik ke Ducati serta memenangi kompetisi 2 kali beruntun. Pelayanan pembalap asal Inggris itu tidak lagi diperlukan alhasil beliau balik ke British Superbike Championship.

Buat WSBK 2022, Honda mengutip ketetapan berani buat bawa 2 rookie ke dalam regu. Dengan Lecuona serta Vierge, 2 mantan pembalap Grand Prix direkrut walaupun tidak mempunyai pengalaman dengan motor balap penciptaan ataupun ban Pirelli.

Pergi rute dalam pengembangan sebab para pendatang baru?

Apakah Honda mengutip resiko sangat besar serta pergi rute dikala meningkatkan Fireblade sebab opsi pembalap?” Aku rasa itu bukan suatu kekeliruan,” pendapat administrator regu HRC, Jose Escamez, dalam tanya jawab khusus dengan Motorsport- Total. com.

Jose Escamez berasosiasi dengan cetak biru WSBK pada masa dingin kemudian serta membela para rider.” Mereka sudah membuktikan kemampuan mereka serta mempunyai hasil yang bagus di era kemudian. Dikala ini, kita belum dekat, tetapi aku rasa itu bukan kekeliruan para pembalap. Mereka berdua mempunyai banyak bakat. Kita tidak dapat meringik,” ucapnya.

Apakah para pembalap telah kehabisan keyakinan pada cetak biru HRC?

Sebab minimnya keberhasilan, para pembalap merasa susah buat melindungi dorongan mereka senantiasa besar. Di paddock WSBK, sebagian orang dalam berkata kalau Iker Lecuona spesialnya cuma percaya beberapa dengan cetak biru HRC.

Tidak hanya minimnya hasil, Lecuona pula hadapi sebagian kali musibah sungguh- sungguh. Dapat dimaklumi bila mantan pembalap MotoGP ini tidak lagi mengorbankan segalanya buat posisi di lini tengah.

” Pasti saja tidak gampang buat memotivasi para pembalap,” imbuhnya.” Alami bila para pembalap kehabisan dorongan dalam suasana semacam ini, paling utama sebab ekspektasi yang besar kepada motor terkini ini.”

Tetapi, pembaruan Honda CBR1000RR- R Fireblade buat 2024 sepanjang ini sedang mengecewakan dengan cara totalitas. Xavi Vierge serta kawan seregunya, Iker Lecuona, mengeluhkan minimnya traksi serta jawaban mesin yang sangat kasar.

Dikala ditanyakan langsung pada Vierge apakah hadapi permasalahan dalam memotivasi dirinya di masa ketiganya bersama Honda, beliau menanggapi,” Pasti saja susah buat memotivasi diri sendiri kala Kamu berjuang buat P12. Tujuan aku selaku pembalap serta Honda selaku pabrikan merupakan buat berhasil ataupun paling tidak mendekati.

” Aku belajar sekeras bisa jadi semacam lebih dahulu. Regu pula termotivasi buat membalikkan kondisi. Tetapi susah kala Kamu mendesak diri sendiri sampai batasan maksimum, merasa amat kilat serta setelah itu memandang P16 di layar. Itu merupakan perasaan yang abnormal.”

Kekesalan besar di Barcelona

Penampilan Honda pada pacuan kandang regu di Barcelona amat mengecewakan. Sirkuit MotoGP di Montmelo sudah jadi kesukaan Fireblade dalam sebagian tahun terakhir. Iker Lecuona mencapai pole position di Barcelona serta membuktikan pacuan yang baik. Tetapi tahun ini, para pembalap HRC terabaikan di balik.

” Sebagian jalan baik buat kita di era kemudian, semacam Barcelona, misalnya. Di situ, kita umumnya finis di posisi 5 ataupun 6 besar. Tahun ini, kita berambisi dapat mengupayakan posisi- posisi itu lagi. Seluruh terasa lebih getir sebab ini merupakan pacuan kandang kita,” ucap Vierge, mengenang akhir minggu kedua WSBK masa ini.

Sehabis 3 dari 12 pacuan, Xavi Vierge terletak di antrean ke- 14 klasemen dengan 25 nilai. Kawan seregunya LINK RGO303 bolos dalam sebagian pacuan sebab luka serta finis ke- 21 sebab cuma mengumpulkan 3 nilai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *